Friday, October 26, 2007

sAtU,,



Kami putra dan putri Indonesia mengaku
bertumpah darah satu, Indonesia
berbangsa satu, bangsa Indonesia
berbahasa satu, bahasa Indonesia




Itu yang dirasakan kawula muda Indonesia yang bersumpah di tahun 1928. Keren ya! Yang paling menarik... satu. Kata 'satu'.

__________

'... Marilah kita berseru, Indonesia bersatu...'

(Indonesia Raya)




'... Sambung-menyambung menjadi satu, itulah Indonesia...'

(Dari Sabang sampai Merauke)




'... Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa kita...'

(Satu Nusa)




'... Satu-satu, aku sayang ibu...' *lho, lho???*
'... Satu ditambah satu...' *piye to iki?*



'... Untukmu negeri, bersatulah...'

(Untukmu Negeri, Iwan Fals)




'TVRI menjalin persatuan dan kesaaatuuuaaan.' *tuh, kan*

__________




Budaya asli Indonesia mengajarkan kita untuk bersatu. Untuk merasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar Indonesia. Bangga karena berada di antara Sabang sampai Merauke. Untuk menjaga kasih sayang.



28 Oktober ini, jadi lebih terasa betapa manusia makin jauh dari janji, prinsip, bahkan cita-cita. Perang di Maluku, katanya: kalian bukan satu. Kau muslim, kau kristen. Perang di Aceh, katanya: kita bukan satu. Kau Republik Indonesia, dan aku memerdekakan diri darimu. Tawuran di kota. Kerusuhan di kampung. Apa kita gila??? *atau cuma saya?*



Berapa usia Anda? 76? Asal spiritful untuk menjunjung cinta dan kesatuan, maka Anda masih muda. Kita masih muda. Walau kadang ngga terasa, sebenarnya tanggungan kita berat. Ada harapan dari kakek-nenek kita yang jelas tidak sepele. Saya pernah menyinggung tentang amanah. Nah! Itulah yang kita punya. Sebagai manusia, khususnya sebagai anak muda.



Bagaimana memaknai Hari Sumpah Pemuda kali ini ya.... Kembali pada 'satu' tadi, saya cuma bisa menyimpulkan: ngga akan selesai, kalau ngga dimulai. Apa yang harus diselesaikan? Penyakit-penyakit hati yang menjamur dan menulari otak. Permusuhan, penindasan, ketidakadilan, orang kaya mencuri yang miskin, serakah, lapar uang, tangan kotor kita sampai limbah kali, terror, kebodohan... (boleh ditambah sendiri). Lalu siapa yang harus mulai menyelesaikan? Jangan bilang: kamu. Katakan: saya.

Semuanya karena kita memang satu. Sama. Sama-sama makhluk Tuhan yang Maha Satu.




Ingin tau seperti apa muda-mudi impian?

.: Gaul
Tendang diskriminasi dan rasisme. Karena kita bergaul dengan manusia. Human race. Ngga usah dibeda-bedakan.

.: Cool
Jangan luntur kehilangan wibawa. Bangsa kita luhur, yakin sajalah. Asimilasi, asosiasi boleh juga. Bukan penetrasi. Jangan sampai otak kita dijajah, budaya kita diperkosa. Menyedihkan....

Tuesday, July 24, 2007

...........

Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya kebohongan.